Harian Republik

Akil Mochtar Tampar wartawan


JAKARTA, HARIAN REPUBLIK.COM— Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar menampar seorang wartawan surat kabar nasional saat digelandang masuk ke Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi,. Kejadian itu berlangsung tepat saat Akil keluar dari mobil tahanan di depan gerbang Rutan KPK. Akil tampak kesal ketika diajukan pertanyaan soal hukuman potong jari oleh wartawan tersebut.

"Bapak pernah bilang koruptor itu layak dihukum potong jari? Kalau Bapak terbukti bersalah, siap potong jari?" tanya wartawan tersebut kepada Akil.

Namun, alih-alih mendapat jawaban, wartawan ini justru menerima tamparan dari Akil. Penamparan ini pun membuat wartawan lain yang mengerumuni Akil ikut geram. Sempat terjadi keributan kecil antara para wartawan dan Akil.

Secara sigap petugas keamanan KPK pun berhasil menenangkan situasi dan membawa masuk Akil ke Rutan KPK.

Untuk diketahui, hukuman potong jari tangan untuk koruptor ini pernah diusulkan Akil sebagai tanggapan atas maraknya kasus korupsi di Indonesia. Ketika itu, Akil menilai bahwa koruptor perlu diberi hukuman kombinasi antara pemiskinan dan pemotong salah satu jari tangan. Ia beranggapan, pidana penjara dan pembayaran denda tak ampuh memberikan efek jera kepada koruptor.

"Ini ide saya, dibanding dihukum mati, lebih baik dikombinasi pemiskinan dan pemotongan salah satu jari tangan koruptor saja cukup," kata Akil Mochtar pada 12 Maret 2012 ketika masih menjabat Juru Bicara MK.

KPK menahan Akil di Rutan KPK setelah menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Akil diduga menerima suap terkait kepengurusan perkara sengketa pemilihan kepala daerah di Lebak, Banten, dan Gunung Mas, Kalimantan Tengah. kompas
Share this post :

Posting Komentar

Pasang Iklan Disini

 
Support : Creating Website | Jasa Buat Web Murah
Copyright © 2013. KNPI Balikpapan | Situs Web Berita Online Terpercaya
Jl. P. Kemerdekaan Blok M1/7 Mks HP. 081376707375 - All Rights Reserved
ReDesign by Jasa Pembuatan Website - Toko Online - SEO