Oleh: Dasman Djamaluddin
Tugas pokok intelijen yang utama adalah
mengetahui gerak-gerik musuh. Bukan musuh saja, sekarang ini teman atau
sahabat bisa saja disadap. Di dalam politik yang utama adalah
kepentingan. Sebuah negara yang bersahabat sekarang, bisa saja besok
menjadi musuh.Memang benar jika tidak menyadap (TANPA HARUS DIKETAHUI),
untuk apa fungsi intelijen? Jika diketahui mereka pasti menyangkal.
Itulah dunia intelijen.Indonesia ketahuan disadap Australia karena
pernyataan Edward Snowden, agen rahasia AS (CIA) yang membelot.Ia juga
kontraktor teknik NSA, sebuah badan intelijen utama di AS.
Biasanya NSA
minta bantuan CIA dan FBI untuk melakukan operasinya. Tanpa informasi
Snowden, masalah penyadapan ini tidak mungkin kita ketahui. Memang
selama ini kita lemah di Kontra Intelijennya. Kita sebenarnya harus
banyak belajar dari AS. Mereka memiliki komputer khusus, selain
berfungsi memecahkan sandi rahasia, juga mendeteksi hasil sadapan
elektronik untuk menemukan kata petunjuk yang menandai informasi yang
berisi materi intelijen. Mungkin Indonesia memilikinya juga, kita tidak
tahu, ketika menyadap berbagai kegiatan di Timor Timur ketika belum
lepas dari Indonesia. Hubungan Indonesia-Australia juga tergantung
banyaknya jumlah bantuan dana Australia kepada Indonesia.
Kalau tidak
salah 440 miliar dollar AS lebih. Jadi bagaimana pun, ke depan Indonesia
harus lepas dari ketergantungan berbagai bidang. Utang luar negeri
harus ditekan setinggi mungkin. Ketergantuangan kita dengan luar negeri
dalam masalah utang ini sangat tinggi, bahkan setiap tahunnya utang kita
itu bertambah. Inilah persoalan bangsa ini sehingga bisa dipermainkan
negara luar. Mulai saatnya go to hell bantuan asing. Tingkatkan produksi
atau kekayaan alam bangsa sendiri. Mungkin setelah itu kita bisa
diperhitungkan oleh negara luar.







Posting Komentar