Jakarta, Harian Republik, - Rapat Pimpinan Nasional
(Rapimnas) V Partai Golkar, selain mengkritisi kondisi internal partai
yang dinilai kurang solid, ada nuansa lain yang cukup mengejutkan.
Bendahara Umum Partai Beringin, Setya Novanto dituntut agar dicopot.
"Soliditas DPP Partai Golkar sangat
rapuh. Masih banyak polemik secara terbuka yang bukan contoh baik,"
ungkap HM Gandung, Ketua DPD Golkar DI Yogyakarta dalam Forum Rapat
Pimpinan Nasional (Rapimnas) V Partai Golkar di Jakarta, Sabtu (23/11).
Soal pencalonan Aburizal Bakrie
sebagai calon presiden, kata Gandung, adalah final. Walaupun masih ada
yang berupaya mengutak-atik soal pencalonan ARB.
"Siapa pun yang utak-atik pencapresan
ARB, merupakan bentuk pembusukan partai dan tidak memberikan contoh yang
baik terhadap anak bangsa," tegas Gandung.
Sementara diluar gedung, walau tidak
berlangsung lama dan tidak membuat macet lalulintas di Jalan Rasuna
Said, Kuningan, berlangsung aksi unjuk rasa yang menuntut pencopotan
Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto.
Koordinator Aliansi Mahasiswa Tangkap
Koruptor, Fahmi Nurdinsyah menilai Setya Novanto layak dicopot karena
namanya kerap disinggung dalam berbagai kasus korupsi.
"Kita tahu Setya Novanto itu banyak korupsi, seperti E-KTP, pengadaan baju hansip, dan PON Riau," kata Fahmi.
Kata Fahmi, Ketua Umum Partai Golkar
Aburizal Bakrie diminta untuk memecat Setya Novanto."Kami menuntut agar
ARB memecat Setya Novanto."







Posting Komentar